• Muhammad Rizal

Hooked and Hired #2 “Make Money from Language Industry”



Senin, (6/12), Prodi Sastra Inggris Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta kembali mengadakan agenda rutin empat bulanan yaitu “Hooked and Hired #2”. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari berturut-urut yang diawali dengan webinar International bertajuk “Can We Make Money from Language Industry”. Empat hari berikutnya, webinar diisi oleh para alumni dan mahasiswa aktif Sastra Inggris yang sudah bekerja di industri bahasa.


“Hooked and Hired #2” secara umum memberikan gambaran lebih luas mengenai pekerjaan apa saja yang berpotensi dimasuki oleh lulusan Sastra Inggris khsusunya di industri bahasa. Tidak banyak teoritis, kegiatan ini lebih bersifat praktis dengan memberikan bukti-bukti yang riil. Harapannya mahasiswa bisa mencontoh dan bisa mempraktikannya ketika lulus.


Dr. Kurniawan, M.Hum., pembicara pertama dalam kegiatan ini adalah dosen di prodi Sastra Inggris Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. Ia juga merupakan pemilik lembaga kursus Kampung Inggris Solo. Ia menjelskan dengan gamblang bagaimana awal mendirikan sekaligus memelihara sebuah lembaga kursus bahasa Inggris dengan baik.


Pembicara kedua adalah Hristina Holic, M.Hum. Ia merupakan co-founder sekaligus executive producer di Digital Archipelago. Dalam penjelasannya, Holic banyak menyorot mengenai langkah-langkah konkret yang harus ditempuh bagi lulusan Sastra Inggris di bidang linguistik untuk terjun di industri bahasa. Ia juga memaparkan beberapa contoh riil beberapa profesi sekaligus perusahaan yang bisa dimasuki.


Pembicara terkahir di hari pertama “Hooked and Hired #2” adalah Dr. Lakshmi Priya. Profesinya adalah CEO di Pachyderm Tales, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penerbitan buku khusus buku anak-anak. Presentasinya yang berjudul “Influence & Affluence” membahas tentang “who is a language artist?”. Priya memaparkan beberapa arahan untuk menjadi seorang language artist yang ideal.






Hari kedua sampai kelima “Hooked and Hired #2” diisi oleh beberapa alumni dan mahasiswa aktif Sastra Inggris yang memiliki pengalaman kerja secara profesional mengandalkan kemampuan bahasa. Mayoritas dari mereka adalah translator, interpreter, dan transcreator. Ada juga yang berbagi pengalaman di bidang export-import, web developer, digital marketing, tourism fare analyst, content-writer dan copy writer. Tidak jarang juga dari mereka yang membuka lembaga kursus bahasa Inggris.










Pemaparan pemateri di atas menstimulus mahasiwa untuk membuka diskusi lebih jauh mengenai topik pembahasan. Para mahasiswa turut aktif menggali banyak informasi dari pemateri. Tidak berhenti di mahasiswa, para dosen pun juga tertarik membuka diskusi dengan pemateri. Salah satu hal penting yang didapat dari diskusi ini adalah para dosen memperoleh terobosan baru untuk menyusun kurikulum prodi agar lebih efektif untuk lulusan mahasiswa Sastra Inggris di era digital.

13 views0 comments